Konflik Kantor Itu Dihadapi, Bukan Dihindari

Memang nggak bisa dipungkiri kalau hampir di setiap kantor pasti ada konflik antar karyawan atau divisi. Kalau di dunia agency periklanan misalnya Account Executive dengan tim kreatif.  Atau di kantor brand, sesama sales manager punya KPI masing-masing demi mendapatkan bonus, maka setiap harus fight agar menjadi yang terbaik.

Punya konflik emang nggak enak. Kerjaan jadi nggak sesuai harapan karena ada setiap meetingpasti ada aja yang kritik cari-cari kesalahan. Kamu pun jadi kurang produktif dan nyaman karena mencari cara untuk nggak bertemu ”musuh” kamu itu dan koordinasi jadi berantakan.

Layaknya bayar tagihan bulanan dan SPT tahunan yang jika kamu hindari bakal susah sendiri nanti, begitu juga dengan konflik di kantor. Jalan keluarnya cuma satu, dihadapi, dan bukan dihindari.

Lalu, gimana caranya? Berikut ini tipsnya!

 

Selesaikan Secepatnya

Entah konflik lama ataupun konflik  yang beru akan muncul atau sudah lama, kamu harus menyelesaikan secepatnya. Apalagi jika masalahnya sangat penting dan dapat mengorbankan banyak pihak. Untuk kebaikan diri dan keberlangsungan kantor, cobalah untuk mencari jalan keluarnya.

 

Ngobrol, Dong

Menurut situs Positive Sharing, 90% konflik di kantor berasal dari hal yang nggak pernah diucapkan. Forbes pun juga melihat bahwa konflik sering muncul karena poor informationlack of informationdan miscomunication. Biasanya yang sering ditahan-tahan yang bisa jadi konflik besar. Nah, coba deh diobrolin oleh kedua belah pihak. Nantinya akan tahu apa pangkal permasalahannya dan tentunya jalan keluarnya.

 

Jika Salah, Akui

Saat ngobrol, maka akan muncul alasan dari pihak seberang mengenai akar konflik. Nah, jika ada perlakuan atau perkataan kamu yang menyinggung coba minta maaf. Atau jika pekerjaan kamu ternyata selama ini salah tidak sesuai prosedur, kamu juga harus minta maaf. Hindari gengsi, ya.

 

Cari Mediasi

Jika ternyata saat ngobrol nggak ada titik temu, coba minta seseorang untuk menjadi mediator. Pilihlah orang yang dihormati oleh kamu dan dia. Selain lebih objektif, seorang mediator akan dapat memberikan pandangan dan jalan keluar yang bijak bagi kedua pihak.

 

Jadikan Konflik sebagai Kesempatan

Bukan untuk menjatuhkan lawan, ya. Tapi untuk menjukkan kemampuan menjadi pemimpin yang baik dalam tim. Konflik pun dapat menjadi pembelajaran untuk ke depannya dan mencari cara-cara terbaik agar konflik tidak muncul dan menjadi berlarut-larut.

Namun, bagaimana jika tidak ada jalan keluarnya? Cara-cara di atas memang nggak menjamin semua konflik akan terselsaikan. Tapi, at least kamu sudah berusaha. Jika konflik tetap muncul dan bikin nggak nyaman di kantor, pindah ke kantor baru bisa jadi solusi.

Tips Lainnya


Bagi Para Mahasiswa, Inilah Tips Untuk Memulai Karir Anda


Perhatikan 7 Hal Ini Sebelum Anda Menerima Sebuah Pekerjaan


Ingin Pindah Kerja ke Bidang yang Berbeda? Perhatikan Tips Berikut Ini


Hati-Hati, Inilah 8 Jenis Kesalahan dalam Berkarier yang Harus Kamu Hindari


4 Kemampuan yang Paling Dicari HRD. Kamu Punya Salah Satunya?